BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

Posted: 7th July 2010 by admin in Manhaj
Tags: , , , ,

Memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]
Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya.
Sebagai nasehat sesama umat Islam, di sini kami sampaikan di antara bahaya berbicara masalah agama tanpa ilmu: Read the rest of this entry »

Tauhid memiliki kedudukan yang sangat agung dan utama di dalam agama Islam, karena sesungguhnya tauhid merupakan inti ajaran Islam ini. Bahkan tauhid adalah hikmah diciptakannya langit dan bumi oleh Alloh Ta’ala. Dia berfirman:

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. Ath-Thalaq (65):12)
اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
Imam Ibnul Qoyyim t berkata: “Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla telah mengutus para RasulNya, menurunkan kitab-kitabNya, menciptakan langit-langit dan bumi, agar Dia dikenal, diibadahi, ditauhidkan, dan agar agama itu semuanya bagi Allah, semua ketaatan untukNya, dan doa hanya untukNya. Sebagaimana Alloh Ta’ala berfirman: Read the rest of this entry »

Sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah sementara. Alloh Ta’ala menciptakan manusia dan menguji mereka, agar nampak siapa yang paling baik amalannya. Alloh Ta’ala berfirman:
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk: 2)

Qotadah -semoga Alloh merahmatinya- berkata: “Alloh telah mengumumkan kematian kepada manusia, dan Dia menjadikan dunia ini sebagai negeri kehidupan dan kebinasaan, dan Dia menjadikan akhirat negeri pembalasan dan kekekalan”. (Tafsir Ath-Thobari, juz: 12; hlm: 164) Read the rest of this entry »

SEANDAINYA!

Posted: 1st June 2010 by admin in Aqidah
Tags: , ,

Di dalam kehidupan di dunia ini manusia tidak lepas dari musibah dan cobaan. Maka sikap seorang mukmin adalah menerima takdir yang telah terjadi dan bersabar menghadapinya. Sebagian orang jika tertimpa musibah mengatakan ”Seandainya aku tidak melakukan ini, maka aku tidak mengalami ini”. Atau ”Seandainya aku jadi orang kaya, pasti aku tidak mengalami kesusahan ini”.

Tetapi tidaklah semua perkataan ‘’seandainya” itu terlarang, bahkan ada perincian sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Inilah sedikit keterangan dalam masalah ini yang kami ambil dari penjelasan syaikh Muhamad bin Sholih Al-’Utsaimin -semoga Alloh merohmatinya- di dalam kitab Al-Qoulul Mufid ‘ala Kitab At-Tauhid, juz: 2, hlm: 122-124. Read the rest of this entry »

SYIRIK, HARUS DITAKUTI

Posted: 1st June 2010 by admin in Aqidah
Tags: , ,

Tauhid adalah perintah Alloh yang paling besar. Dan kemusyrikan adalah larangan Alloh yang paling besar juga. Syirik (kemusyrikan) adalah: menjadikan sekutu atau tandingan bagi Alloh Ta’ala di dalam rububiyah (perbuatanNya), uluhiyah (hakNya untuk ditaati secara mutlak dengan penuh kecintaan dan pengagungan), dan asma’ dan sifat (nama-namaNya yang indah dan sifat-sifatNya yang sempurna). Dan yang umum, terjadinya kemusyrikan adalah di dalam uluhiyah. Yaitu seseorang berdoa kepada Alloh dan kepada selainNya, atau mempersembahkan sesuatu dari jenis-jenis ibadah kepada selain Alloh, seperti: penyembelihan binatang, nadzar, rasa takut, berharap, dan kecintaan. (Kitab Muqorror Tauhid lish Shoff ats-Tsalits al-‘Ali fil Ma’ahid al-Islamiyah, juz 3, hlm: 10)

Maka barangsiapa mengenal keagungan tauhid dan mengetahui bahaya kemusyrikan dengan sebenarnya, maka dia akan berusaha mewujudkan tauhid dan menjauhi kemusyrikan. Bahkan dia juga khawatir dan takut terhadap kemusyrikan, jangan sampai dia terjerumus ke dalamnya, baik dengan sengaja atau tidak sengaja.

Mengapa orang harus takut terhadap kemusyrikan? Inilah di antara perkara-perkara yang melandasi hal tersebut: Read the rest of this entry »

Nabi Muhammad memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah beliau diutus oleh Alloh untuk seluruh manusia dan jin. Adapun seluruh Nabi sebelum beliau hanyalah diutus untuk umatnya masing-masing.
Alloh Ta’ala berfirman:

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِ وَيُمِيتُ فَئَامِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah: “Hai manusia, sesung-guhnya aku adalah utusan Alloh kepadamu semua, yaitu Alloh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Alloh dan RosulNya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Alloh dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. [QS. Al-A’rof (7): 158] Read the rest of this entry »

MANAJEMEN NIAT

Posted: 6th May 2010 by admin in Aqidah, Tazkiyatun Nafs
Tags: , , , , , , ,

Dua orang melakukan sholat, orang pertama meraih keridhoaan Alloh sehingga dosa-dosanya gugur, sedangkan orang kedua mendapatkan kecelakaan dan kemurkaan Alloh karena nifak dan riya’nya. Ini merupakan contoh nyata tentang pentingnya niat dan mengikhlaskan niat di dalam seluruh amalan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengingatkan hal ini di dalam sabda beliau:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya semua amalan itu terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan. [HR. Bukhori, no. 1; Muslim, no. 1907; dari Umar bin Al-Khaththab]

Sesungguhnya suatu amal akan diterimanya di sisi Alloh jika memenuhi dua syarat, yaitu niat ikhlas dan mengikuti Sunnah. Oleh karena itu Alloh akan melihat hati manusia, apakah ikhlas, dan melihat amalnya, apakah sesuai dengan tuntunan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Read the rest of this entry »

Di antara kewajiban orang Islam adalah berpakaian sebagaimana diperintahkan oleh Alloh dan RosulNya. Alloh Yang Maha Kuasa telah memerintahkan wanita beriman untuk mengulurkan jilbab mereka pada tubuhnya. Dia berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa wanita wajib mengenakan jilbab. Jilbab yaitu: pakaian luar wanita semacam mukena/rukuh, yang dikenakan dari atas menutupi sebagian besar tubuhnya. Adapun sifat-sifat jilbab/pakaian wanita adalah sebagai berikut: Read the rest of this entry »

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dan memberikan kenikmatan yang tidak terhingga. Manusia tidak akan mampu menghitungnya.
Allah berfirman:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 16:18)
Read the rest of this entry »

Ketahuilah, bahwa sebagai manusia, kita wajib mengetahui empat perkara dan mengamalkannya, jika tidak, kita termasuk orang-orang yang merugi. Empat perkara itu adalah:

1.            Ilmu, yaitu mengetahui al-haq (kebenaran).
2.            Amal, yaitu mengamalkan al-haq.
3.            Dakwah, yaitu mengajak orang lain untuk mengamalkan al-haq.
4.            Sabar, yaitu tabah di dalam meraih dan menjalankan hal-hal di atas. Read the rest of this entry »