Islam Agama yang Sempurna (Bagian 1: Kata Pengantar)

Sep 15

Islam Agama yang Sempurna (Bagian 1: Kata Pengantar)

Islam Agama SempurnaISLAM, AGAMA YANG SEMPURNA

(Disertai 10 Contoh Masalah Besar Dunia)

Disusun oleh Syekh Muhammad Al-Amin bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi (1305 H–1393 H)

Penerbit:

Riyasah Idaratil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’, Riyadh, Kerajaan Arab Saudi,

Cet. 2, Thn. 1423 H/2002 M

Alih bahasa dan catatan kaki oleh:

Ustadz Muslim Atsari

***

Kata Pengantar Penulis

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, dan orang-orang yang mendakwahkan ajaran beliau, sampai hari pembalasan.

Amma ba’du ….

Ini adalah ceramah yang aku sampaikan di Masjid Nabawi, atas permintaan Raja Maghrib (Maroko). Sebagian saudara-saudaraku meminta kepadaku agar ceramah ini dibukukan dan disebarkan, maka aku menyambut permintaannya, dengan harapan semoga Allah memberikan manfaat dengannya.

Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.” (Q.s. Al-Maidah [5]:3)

Yang dimaksudkan “pada hari ini” adalah hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 hijriyyah, pent.), yaitu hari Jumat pada haji wada’. Ayat yang mulia ini turun [1] ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang wukuf (berhenti) di Padang Arafah, pada waktu sore di hari itu. Beliau hidup selama 81 hari setelah turun ayat tersebut.

Di dalam ayat ini, Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah menyempurnakan agama kita untuk kita. Dengan demikian, agama ini tidak akan kurang, selama-lamanya; tidak butuh tambahan, selama-lamanya. Oleh karena itulah, Allah menutup (pengutusan, ed.) seluruh nabi dengan Nabi kita–semoga salawat dan salam dilimpahkan kepada mereka semua–.

Di dalam ayat ini juga, Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah meridhai Islam menjadi agama kita, sehingga Dia tidak akan memurkai agama ini, selama-lamanya. Oleh karena itulah, Allah menjelaskan bahwa Dia  tidak akan menerima selain agama Islam, dari siapa pun juga. Dia berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ اْلأِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barang siapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali (agama itu) tidaklah akan diterima, dan di akhirat kelak dia termasuk orang yang rugi.” (Q.s. Ali Imran [3]:85)

Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya, agama di sisi Allah hanyalah Islam.”. (Q.s. Ali Imran [3]:19)

Penyempurnaan agama ini dan penjelasan seluruh hukumnya merupakan bentuk seluruh kenikmatan di dunia dan akhirat. Oleh karena itulah, Allah ta’ala berfirman,

وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي

“… Dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu.” (Q.s. Al-Maidah [5]:3)

Ayat yang mulia ini merupakan nash (teks) yang nyata bahwa agama Islam telah menerangkan dan menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia di dunia dan di akhirat.

Untuk itu, kami akan menyampaikan contoh dengan penjelasan 10 masalah besar yang merupakan topik pembicaraan dunia. Termasuk juga masalah-masalah di dunia dan akhirat, yang menjadi perhatian orang yang pandai. Juga terdapat sebagian (masalah), sebagai peringatan halus terhadap keseluruhannya. Sepuluh masalah ini adalah:

  1. Tauhid.
  2. Nasihat.
  3. Perbedaan antara amal saleh dengan hal lainnya.
  4. Menggunakan hukum selain syariat Islam yang mulia.
  5. Keadaan sosial antara masyarakat.
  6. Ekonomi.
  7. Politik.
  8. Masalah kekuasaan orang-orang kafir terhadap umat Islam.
  9. Masalah umat Islam menghadapi orang-orang kafir dalam kuantitas dan persiapan.
  10. Masalah perselisihan hati di antara masyarakat.

Kami akan menjelaskan solusi masalah-masalah tersebut berdasarkan Alquran. Ini merupakan isyarat cepat kepada penjelasan seluruh hal itu dari Alquran, itu sebagai peringatan terhadap yang lainnya.



[1] Sebagaimana hadis Umar bin Al-Khaththab, muttafaq ‘alaih (riwayat Bukhari dan Muslim);. Bukhari, Kitab “Al-Iman”, Bab “Bertambah dan Berkurangnya Iman”, 1:17; Muslim, Kitab “Tafsir”, 4:2312, hadits no. 3017)


Artikel www.UstadzMuslim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>