Hukum Kredit di Indonesia
Nov 01
Pertanyaan:
1. Apakah hukum kredit yang ada di negara kita?
2. Apakah hukum membunuh semut, karena ada yang bilang haram trus bagaimana kalau semut itu banyak dan ada rumah kita?
3. Mana yang benar sujud tangan terlebih dulu atau kaki terlebih dulu?
barokumullahu fikum
ishaya3@gmail.com
Jawaban:
1. Kredit ada beberapa bentuk
Pertama: Jika harga kontan dan harga kredit sama, kemudian jika terjadi kredit macet (tidak mampu mengangsur) tidak ada denda maka ini dibolehkan.
Kedua: Jika harga kontan dan harga kredit sama tapi ketika kredit macet ada denda maka ini tidak boleh.
Ketiga: Jika harga kredit lebih mahal dari harga kontan dan jika kredit macet tidak ada denda maka ulama berbeda pendapat.
Keempat: Jika harga kredit lebih mahal dari harga kontan dan jika kredit macet ada denda maka ini tidak dibolehkan.
2. Membunuh semut pada asalnya tidak boleh. Tapi jika mengganggu maka dibolehkan. Jadi bukan karena banyak atau sedikitnya semut.
3. Perkara mendahulukan tangan atau lutut ketika akan sujud, dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat. Yang benar adalah tangan terlebih dahulu. Karena hadisnya shohih. Adapun hadis-hadis yang menjelaskan lutut lebih dahulu semuanya dhoif. Sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Albani dalam Sifat Sholat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali dalam Mausu’ah manahi syar’iyyah dan juga Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini dalam Nahyu Suhbah.
Dijawab oleh Ustadz Muslim Al Atsary
Artikel www.ustadzmuslim.com

Assalamu`alaikum..salam ukhuwah..
Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuhu,
Ana memiliki usaha di bidang jasa boga ( catering ) , seringkali ana dapat kontrak untuk melayani makan siang di perusahaan2 yang bergerak di bidang bursa saham dan uang , atau perusahaan sekuritas , seperti : BEJ , PT Bahana , KPEI , dll . Yang ingin ana tanyakan , jika ana menerima tawaran tersebut, apakah ana termasuk ta’awun dalam perbuatan dosa ? Mohon jawaban dari ustadz sekalian mengingat hal ini sangat penting bagi kelangsungan usaha ana , jazakallah khairon